Minggu, 03 Februari 2019

Bolehkah wanita pergi ke masjid dan ikut shalat berjama’ah

Bolehkah seorang wanita pergi ke masjid dan ikut shalat berjama’ah di masjid? Bagaimana adab-adab yang harus diperhatikan oleh seorang wanita yang ingin ikut shalat berjama’ah di masjid?”

Tidak ada perselisihan di kalangan para ulama tentang shalatnya seorang wanita di rumah. Para ulama bersepakat bahwa yang utama bagi seorang wanita adalah shalat di rumah. Akan tetapi, para wanita tetap diperbolehkan untuk pergi ke masjid untuk ikut shalat berjama’ah.
Bolehkah wanita pergi ke masjid dan ikut shalat berjama’ah

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: “dulu kaum wanita ikut menghadiri shalat subuh bersama Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan tertutup rapat dengan pakaian-pakaian mereka. Kemudian mereka pulang ke rumah mereka seusai shalat. Tidak ada seorang pun yang dapat mengenali mereka karena hari masih gelap.” (HR. Al-Bukhari)

Bolehkah wanita pergi ke masjid dan ikut shalat berjama’ah


Seorang suami tidak boleh melarang istrinya untuk pergi ke masjid jika tidak ada faktor penyebab yang dapat melarang wanita pergi ke masjid. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhu: “apabila istri salah seorang di antara kalian meminta izin untuk pergi ke masjid, maka janganlah kalian melarangnya.” (HR. Al-Bukhari)

Wanita yang shalat sendirian di rumah lebih baik daripada wanita yang shalat berjama’ah di masjid, menurut pendapat yang lebih kuat.

Adab-adab bagi seorang wanita yang ingin pergi ke masjid:


  1. Seorang wanita yang hendak pergi ke masjid tidak boleh memakai wangi-wangian/parfum dan berdandan sehingga menimbulkan fitnah.
  2. Hendaklah menggunakan pakaian yang sopan, tidak ketat, tidak tipis, dan menutup aurat.
  3. Berdzikir ketika keluar rumah.
  4. Berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
  5. Berdo’a ketika hendak masuk dan keluar masjid.
  6. Segera pulang setelah shalat selesai untuk menghidari keluar bersama-sama dengan jama’ah laki-laki.
  7. Tidaklah berdiam lama-lama di masjid untuk mengobrol, apalagi menggunjing orang lain.

Wallahu a’lam.
Selengkapnya

Jumat, 25 Januari 2019

11 Wasiat Syaikh Al-Utsaimin Untuk Wanita Muslimah

Syaikh Muhammad Bin Sholeh Al-Utsaimin dalam kitabnya At-Tahdzir min Tawassu’in Nisa’ fit Tabarrujmenuliskan sebelas wasiat untuk kita, para wanita muslimah. Beliau berharap bahwa setiap wanita muslimah memegang teguh wasiat beliau ini, agar kita selamat dunia dan akhirat.

11 Wasiat Syaikh Al-Utsaimin Untuk Wanita Muslimah


Wasiat Syaikh Al-Utsaimin


Berikut adalah sebelas wasiat berharga beliau untuk kita:

1. Beribadah kepada Allah sesuai dengan syariat yang telah digariskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

2. Menghindari perbuatan syirik, baik syirik dalam aqidah maupun ibadah. Karena syirik dapat menghapuskan amal kebaikan dan mendatangkan kerugian yang sangat besar.

3. Menghindari perbuatan bid’ah (perbuatan yang diada-adakan, tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam), karena perbuatan bid’ah sangat menyesatkan.

4. Memelihara waktu shalat dengan sempurna. Karena orang yang memelihara waktu shalatnya dengan baik dan disiplin, maka ia juga akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan disiplin pula. Sebagaimana yang kita ketahui, apabila rusak shalat seseorang, maka rusaklah seluruh amalannya.

5. Mematuhi perintah suami. Sepanjang suami tidak melanggar syariat Allah dan Rasul-Nya, maka suami memiliki hak untuk ditaati. Tidak boleh seorang wanita muslimah bersikap durhaka dan semena-mena terhadap suaminya, apalagi terlalu banyak menuntut.

6. Memelihara kehormatan diri dan kehormatan suami. Baik ketika suami ada di rumah, maupun jika ia tidak sedang ada di rumah. Begitu pula dengan hartanya.

7. Berbuat baik terhadap tetangga, dengan memelihara perbuatan dan lisan. Sebab dengan demikian, hal tersebut dapat menghindarkan kita dari perbuatan dan perkataan jahat mereka.

8. Lebih mengutamakan untuk tinggal di rumah. Tidaklah baik apabila seorang wanita muslimah terlalu banyak berada di luar rumah. Karena sebaik-baik tempat bagi seorang wanita muslimah adalah rumahnya. Jika pun ada keperluan yang mendesak, maka seorang wanita wajib menggunakan jilbabnya.

9. Berbakti kepada kedua orangtua dan mematuhinya dalam syariat. Tidak layak seorang wanita muslimah memperlakukan orangtuanya dengan semena-mena dan mendurhakainya.

10. Mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya, serta menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik dan terpuji. Sesungguhnya seorang wanita muslimah adalah guru yang utama dan pertama bagi anak-anaknya.

11. Memperbanyak dzikir dan sedekah.
Selengkapnya

Cara Mengurus KK Setelah Bercerai Dengan Mudah

Cara Mengurus KK Setelah Bercerai - Kartu Keluarga (KK) merupakan kartu identitas bagi keluarga yang harus dimiliki oleh warga Indonesia. KK memuat data yang berisikan data, status dalam keluarga, hubungan serta silsilah keluarga dan lain sebagainya.
Cara Mengurus KK Setelah Bercerai

Fungsi KK atau Kartu Keluarga antara lain sebagai acuan data terkait dalam proses pembuatan KTP. Selain itu KK atau Kartu Keluarga menjadi bukti sah identitas sebuah keluarga.

Baca: Hukum anak melarang ibunya menikah lagi

Cara Mengurus KK Setelah Bercerai


Dalam KK atau Kartu Keluarga kita dapat mengurangi atau menambahkan jumlah anggota baru, misalnya jika ada anggota keluarga yang baru menikah sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Untuk itu sangat penting bagi sebuah keluarga untuk memiliki KK atau kartu keluarga.

Untuk kamu yang belum mempunyai KK kamu bisa mengajukannya dengan syarat sebagai berikut :

  1. Menyerahkan surat pengantar RT atau RW setempat
  2. Bagi kamu yang sudah menikah kamu perlu menyerahkan fotocopy buku nikah atau akta nikah. Sedangkan bagi kamu yang sudah bercerai, kamu perlu menyerahkan akta cerai
  3. Lalu bagi kamu yang pendatang, kamu perlu menyerahkan Surat Keterangan Pindah Datang

Masa berlaku dari KK atau Kartu Keluarga ini seumur hidup jika tidak terjadi perubahan susunan pada kepala keluarga. Jika kamu ingin mengubah susunan dalam anggota keluarga, maka kamu harus melapor ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kurang lebih selama 30 hari setelah KK di proses.

Jika ada anggota  keluarga yang bercerai, perlukah kita mengurus KK ulang? Lalu, bagaimana cara mengurus KK setelah bercerai?

Syarat Mengurus KK Setelah Bercerai


Cara mengurus KK setelah bercerai kamu memerlukan persyaratan berikut ini :


  1. Menyerahkan surat pengantar dari kelurahan atau desa yang sudah diketahui oleh kecamatan setempat
  2. Mengisi persyaratan berupa formulir permohonan Kartu Keluarga atau KK
  3. Menyerahkan fotocopy akta kelahiran dari desa atau kelurahan setempat
  4. Bagi kamu yang sudah bercerai kamu perlu menyerahkan fotocopy surat cerai
  5. Melampirkan berbagai dokumen yang dibutuhkan dan sudah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang


Melampirkan KK lama yang akan dipecah Untuk istri yang bercerai dengan mantan suaminya tetapi belum memiliki  surat cerai. Salah satu solusi cara mengurusKK setelah cerai yaitu dengan mengembalikan data istri ke KK milik orang tua.

Cara mengurus KK setelah bercerai yaitu kamu perlu mendatangi kantor kelurahan setempat untuk mengisi formulir permohonan Kartu Keluarga baru dengan membawa berkas persyaratan yang dibutuhkan. Setelah itu kamu mendatangi kantor kecamatan untuK proses lebih lanjut untuk proses penerbitan KK atau Kartu Keluarga yang baru.

Baca: Penjelasan masa iddah laki-laki

Biaya mengurus KK setelah bercerai


Untuk mengurus KK atau Kartu Keluarga tidak di pungut biaya apapun atau gratis. Jika kamu terlambat ketika mengurusi perubahan data anggota keluarga yang lebih dari 30 hari pengajuan, maka akan di kenakan denda.  Bagi WNI akan di kenakan denda sekitar Rp.25.000, sedangkan untuk warga asing di kenakan denda kurang lebih Rp.150.000,.

Demikian artikel tentang cara mengurus KK setelah bercerai. Untuk kamu yang sudah bercerai jangan ragu untuk mengurus kembali KK atau Kartu Keluarga kamu, karena KK yang merupakan salah satu identitas yang penting untuk mengurus berbagai hal yang bersifat legal.

Dengan memperhatikan persyaratan yang dibutuhkan dan prosedur yang benar maka proses pengurusan KK atau Kartu Keluarga akan mudah dan lancar. Semoga artikel tentang cara mengurus KK setelah bercerai ini dapat membantu kamu yang sedang membutuhkan informasi pengurusan KK tersebut.
Selengkapnya