Apakah Ada Arwah Gentayangan Dalam Islam?

Santri Majapahit - Sebagian umat Islam sekarang ini masih menanyakan bahkan tidak sedikit dari meyakini apakah ada arwah yang gentanyangan setelah meninggal. Padahal dalam ajaran agama Islam sendiri tidak ditemukan keterangan lebih jelas perihal mengenai arwah yang gentayangan.

Apakah Ada Arwah Gentayangan Dalam Islam?

Bila seorang telah wafat atau meninggal maka terputus seluruh amalannya. Selanjutnya mereka akan menuju ke alam berikutnya yaitu kubur. Mereka akan ditanya segala amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Dalam riwayat hadist shahih yang amat panjang disebutkan bahwa orang-orang kafir akan mendapatkan siksa kubur sementara orang beriman mendapat nikmat kubur. Jadi mana mungkin mereka sempat untuk bergentayangan. Kalaupun mereka diberi kesempatan untuk keluar maka mereka akan lebih giat untuk melakukan amal-amal kebaikan.

Dalam surah Al Mu'minun ayat 99-100 diterangkan bahwa mereka sangat mustahil untuk dikembalikan di dunia meskipun mereka memohon meminta kepada Allah Subhahana wa ta'ala.

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan­nya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (QS. Al Mu'minun 99-100)

Dalam ayat lain disebutkan...

Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)." (Q.S. Ar Rum 56)

Silahkan simak hadist yang diriwayatkan Ahmad no. 17803 dari Bara bin Azib dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba yang beriman, ketika terputus dari dunia dan memulai (kehidupan) akhirat, para malaikat turun kepadanya dari langit, wajahnya putih, wajah mereka seperti matahari. Bersamanya kain kafan dari surga dan minyak wangi dari surga. Sampai mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian didatangkan malaikan maut alaihissalam. Lalu dia duduk di kepalanya seraya mengatakan, "Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridoan Allah. Maka (ruh) keluar lepas seperti tetasan air yang mengalir dari tempat minuman. Maka dibawanya ruh itu dengan sepenuh perhatian tidak lengah sedikipun. Lalu dibawa dan diletakkan di kafan itu dengan minyak wangi itu, sehingga keluar darinya bau sangat wangi yang didapatkan di atas bumi. Berkata, "Kemudian dia dibawa naik olehnya, tidaklah melewati sekumpulan malaikat kecuali mereka mengatakan, "Apa gerangan ruh yang baik ini?" mereka menjawab, "Ini fulan bin fulan." dengan menyebutkan nama terbaiknya yang mereka namakan di dunia. Hingga selesai dari langit dunia, lalu mereka meminta izin untuk dibukakan baginya, dan dibukakan untuk mereka, dan setiap makhluk di langit ikut menghantarkan sampai ke langit setelahnya sampai selesai di langit ketujuh. Maka Allah Azza Wajalla berfirman, "Tulislah kitab hamba-Ku ini di Illiyyin dan kembalikan dia ke bumi. Karena Saya ciptakan darinya dan ia dikembalikan dan nanti akan di keluarkan lagi.Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sampai datang dua malaikat dan mendudukkannya…."  kemudian disebutkan hadits tentang pertanyaan kubur.

Kemudian disebutkan mencabut ruh orang kafir dan mengatakan, "Mereka membawannya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka mengatakan, "Ruh busuk apa ini." Mereka mengatakan fulan bin fulan, dengan nama terjelek yang mereka namakan di dunia. Sampai ke langit dunia. Dan meminta dibukakan, namun tidak dibukakan untuknya. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum." (QS.Al-A’raf: 40)

Maka Allah Azza Wajalla berfirman, "Tulislah kitabnya di Sijjin di bumi yang bawah. Kemudian dilemparkan ruhnya begitu saja dan dibacakan ayat:

"Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tmpat yang jauh" (QS. Al-Hajj: 31)

Dan ruhnya dikembalikan ke jasadnya dan dua malaikan datang dan didudukkannya…) kemudian disebutkan pertanyaan kubur.

Dinyatakan shahih Albany dalam ‘Shahih Al-Jami’, (1676). Silahkan lihat jawaban soal no. 4395.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, "Dalam hadits ini disimpulkan bahwa ruh tetap setelah berpisah dari badan. Berbeda dengan kesesatan orang-orang mutakallimin yang mengatakan bahwa dia naik dan turun, juga berbeda dengan kesesatan orang ahli filsafat yang mengatakan bahwa dia dikembalikan ke badan. Hadits ini juga mengndung pemahaman bahwa mayit ditanya maka dia akan diberi nikmat atau diazab." (Majmu Fatawa,  4/292).

Wallahu a'lam.

Baca juga: Apakah Membaca Surah Al Kahfi Dihari Jumat Harus Sampai Selesai?
Kang Syafik Aku kopi pahit, yang belajar menatap dunia dengan senyumanMu.. Tuhan.

0 Response to "Apakah Ada Arwah Gentayangan Dalam Islam?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel